TIRTAYATRA ALAS PURWO 2HARI 1MALAM

request this package

Get the best deal by booking through Aruna Bhuana
or quick contact by phone at +62 89 666 777 488

Category:
Tirtayatra
Location: Banyuwangi, Jawa Timur

TIRTAYATRA : Pura Rambut Siwi – Pura Agung Blambangan – Pura Giri Selaka Alas Purwo

Harga Paket      
Jumlah Peserta Min 02 Orang03 - 06 Orang07 - 10 Orang11 - 17 Orang18 - 30 Orang31 - 40 Orang
Paket MekemitRp……. Rp……. Rp……. Rp……. Rp……. Rp…….

Penjelasan Harga :
  • Periode High Season : 01 Juni - 31 Juli (tambahan Biaya untuk Akomodasi dan Transportasi)
  • Periode Peak Season : 24 Desember - 05 Januari (tambahan Biaya untuk Akomodasi dan Transportasi)
  • Harga Berlaku ... sampai dengan 31 March 2015, (Perkiraan harga diatas dapat berubah sewaktu-waktu, dikarenakan perubahan dari Jasa Transportasi yang digunakan)
  • Harga diatas sudah termasuk Government Tax and Service Charges
  • Untuk Discount dan Perubahan Perjalanan dapatkan segera, dengan menghubungi kami di +62 89 666 777 488


  • Penjelasan tentang Pura yang dikunjungi :
    Tirtayatra dipahami dengan tangkil atau sembahyang ke pura-pura, dalam Kitab Sarasamuscaya 279 yaitu keutamaan tirtayatra itu amat suci, lebih utama dari pensucian dengan yadnya, Tirtayatra tidak memandang orang dalam status apapun baik kaya atau miskin asal didasarkan pelaksanaan bhakti yang tulus ikhlas, tekun, sungguh-sungguh…
  • Pura Rambut Siwi , terletak di Jalan Denpasar - Gilimanuk di Desa Yeh Embang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali. 18 KM timur Kota Negara dan sekitar 200 meter ke selatan dari Pura Penyawangan( Pura yang terletak di pinggir jalan utama Denpasar - Gilimanuk, dan selalu di singgahi banyak pengguna jalan yang memohon Yeh Tirtha (air suci) agar mendapatkan keselamatan dalam perjalanan mereka). Pura Luhur Rambut Siwi di datangi oleh sebagian besar umat Hindu yang ada di Bali saat odalan Pura yang jatuh setiap 210 hari pada Budha Umanis, Wuku Prangbakat. Odalan yang jatuh pada hari biasa akan dilakukan Odalan Tingkatan Madia(menengah). Tapi jika bertepatan pada saat bulan Purnama atau Tilem maka akan dilaksanakan Odalan Tingkatan Utama(odalan Nadi)..
  • Pura Agung Blambangan , awalnya merupakan situs umpak songo, peninggalan zaman kerajaan Blambangan. Terletak di Desa Tembok Rejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Pura Agung Blambangan merupakan Pura terbesar diantara 92 buah Pura lainnya yang ada di Banyuwangi dan telah diresmikan hari Sabtu, tepatnya pada Hari Raya Kuningan, 28 Juni 1980.Pelataran Pura Agung Blambangan mempunyai Luas 1.375 m2, Padmasananya berketinggian 10,6 meter yang dikelilingi bangunan tembok sebelah Barat, Utara, Timur dan Selatan.
  • Pura Giri Selaka Alas Purwo , pada awalnya ditemukan secara tidak sengaja oleh umat di sekitarnya pada tahun 1967 (menurut penuturan Sesepuh umat Hindu Tegaldlimo, Pemangku Ali Wahono). Saat itu, masyarakat Kecamatan Tegaldlimo melakukan perabasan terhadap sejumlah kawasan hutan Alas Purwo untuk bercocok tanam. Daerah di sekitar pura pun tampak cukup makmur dengan hasil palawijanya. Suatu ketika di tempat berdirinya Pura Alas Purwo yang oleh masyarakat disebut Situs Alas Purwo, ada sebuah gundukan tanah. Masyarakat ingin meratakan dan menjadikan lahan cocok tanam. Tanpa diduga, ada bungkahan-bungkahan bata besar yang masih tertumpuk. Persis seperti gapura kecil. Lantas masyarakat sekitarnya membawa bungkahan bata-bata itu ke rumahnya. Ada yang menjadikan bahan membuat tungku dapur, ada juga untuk membuat alas rumah. Rupanya, keluguan masyarakat itu telah menyebabkan munculnya musibah bagi warga yang mengambil bata-bata tersebut.
    Selang beberapa saat setelah mengambil bata itu, semuanya jatuh sakit. Pada saat itulah, ada sabda agar bongkahan batu bata tersebut dikembalikan ke tempatnya semula. Bongkahan-bongkahan itu adalah tempat petapakan maharesi suci Hindu zaman dulu. Meski belum ada catatan resmi dalam prasasti, masyarakat mempercayai yang malinggih di situs Pura Alas Purwo adalah Empu Bharadah. Tetapi, ada juga yang menyebut Rsi Markandiya sebelum perjalanan Beliau menuju Bali. Selanjutnya, masyarakat setempat sangat yakin dengan kekuatan dan kesucian situs Alas Purwo tersebut. Sampai ada keinginan seorang warga untuk memagari situs itu agar aman dari jangkauan orang jahil. Akan tetapi, belum sampai tuntas mewujudkan keinginannya, warga tersebut keburu meninggal. Dari kejadian itu didapatkan sabda, kalau situs Alas Purwo itu wajib dipuja semua umat manusia di muka bumi ini tanpa dibatasi sekat-sekat golongan. Kemudian ada upaya dari pihak Dinas Purbakala untuk menjadikan situs Alas Purwo sebagai benda peninggalan sejarah. Di sisi lain, umat Hindu yang mayoritas bertempat tinggal di sekitar Mariyan -- nama kawasan yang telah dibabat hutannya itu -- tetap meyakini kalau situs itu adalah milik nenek moyang Hindu zaman dulu. Untuk menghindari adanya kejadian yang tak diinginkan, umat Hindu akhirnya membuatkan sebuah pura, sekitar 65 meter dari situs Alas Purwo saat ini. Sementara situs itu sendiri dibiarkan seperti semula, namun tetap menjadi tempat pemujaan bagi semua umat manusia, tak terbatas hanya umat Hindu.

    Program Perjalanan :
  • Hari 1 : Denpasar – Banyuwangi – Alas Purwo (MS,MM)
    Menuju ke dataran Pulau Jawa untuk kegiatan Tirtayatra, yang diawali dengan singgah di Pura Rambut Siwi, sebagai napak tilas disaat Mpu Dang Hyang Nirartha menginjakkan kaki pertama kali di Bali di Pura ini serta meluruskan ajaran agama Hindu di Jembrana.
    Melanjutkan perjalanan menyeberang menuju Banyuwangi. Persembahyangan pertama di Pulau Jawa ini dilakukan di Pura Agung Blambangan untuk mengenang Zaman Blambangan dan disini dapat ditemukan beberapa peninggalan kuno. Dilanjutkan dengan makan siang dan perjalanan menuju Pura Alas Purwo. Di Pura Alas Purwo atau Pura Giri Selaka persembahyangan dilakukan ditengah Hutan Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Makan Malam dan penginapan disediakan di dekat areal Pura.
  • Hari 2 : Alas Purwo – Denpasar (MP,MS)
    Makan Pagi disuguhkan di Pura, dilanjutkan kegiatan bersih-besih di Areal Pura untuk kemudian mepamit. Melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Bali. Singgah dalam perjalanan untuk Makan Siang.

    Harga Termasuk :
  • 2 hari 1 malam akomodasi atau Mekemit.
  • Makan Pagi (MP), Makan Siang (MS), dan Makan Malam (MM) sesuai dengan jadwal diatas.
  • Tiket masuk ke obyek – obyek wisata.
  • Transportasi AC dengan Supir dan pemandu wisata/ guide yang profesional.
  • Air mineral selama perjalanan.
  • Tiket parkir dan retribusi.
  • Pejati dan sarana persembahyangan.

    Harga Tidak Termasuk :
  • Dana Punia di Pura – Pura.
  • Tip pemandu lokal.
  • Peralatan sembahyang.
  • Peralatan dokumentasi.
  • Dan Pengeluaran lain yang tidak tercantum dalam program.

    Tips Perjalanan untuk Anda :
  • Bawalah pakaian persembahyangan lebih dari satu dikarenakan ada prosesi penglukatan atau pembersihan di beberapa Pura.
  • Bawalah pakaian santai juga.
  • Bawalah uang tunai dalam pecahan kecil untuk dana punia.
  • Mengingat ATM tidak terlalu banyak, persiapkan uang tunai dalam jumlah yang cukup.

  • other packages